Selain itu, Tumbur mengungkapkan, pihaknya juga masih menunggu diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan RI.
“Jadi yang pertama harus kami rampungkan dulu, yang harus kami selesaikan pertama adalah terkait diterbitkannya SBU,” ungkapnya.
Ditambahkan Tumbur, progres SBU di Kemenhub RI, masih berjalan sekitar 90 persen serta menunggu dokumen pendukung yang menjadi bagian dari persyaratan operasional bandara.
“Dokumen-dokumen kelengkapan dalam rangka penerbitan SBU sendiri sudah kami selesaikan,” tambahnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







