Rahmi menjelaskan, saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Kementerian turut menugaskan tim Gakkum untuk memastikan kondisi kerusakan hutan maupun kerusakan ekologis di wilayah Tebing Tinggi.
“Sejauh ini kita belum mendapat konfirmasi adanya temuan yang mereka dapatkan. Mereka juga mengerahkan tim ahli dan juga bantuan satelit untuk mencari hal-hal tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA: BPBD Balangan Lakukan Konsolidasi Personel dan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Selain itu, Rahmi juga menanggapi dugaan adanya aktivitas penebangan hutan. Ia menyebut, saat banjir bandang terjadi tidak ditemukan material penebangan yang terbawa arus sungai.
“Kalau ada pasti dampak bakal lebih parah, karena menghantam rumah-rumah. Berdasarkan kesaksian warga sendiri, hanya air dengan arus yang deras,” terangnya.
Berdasarkan poin-poin tersebut, Rahmi menegaskan pihaknya belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan banjir bandang disebabkan oleh aktivitas pertambangan maupun perkebunan sawit di wilayah hulu Kecamatan Tebing Tinggi.
Kalimantanlive.com/Kamil







