Situasi semakin memanas ketika korban disebut mulai bersikap dingin dan jarang menyapa pelaku. Akumulasi rasa kesal, cemburu, dan dendam itu akhirnya memuncak pada malam kejadian.
Menurut Kapolres, sejak sore hari sekitar pukul 17.00 Wita, pelaku sudah berada di sekitar mess tempat tinggal korban yang berdampingan di area PT Bridgestone.
BACA JUGA: HKN ke-61 di Tala Jadi Ajang Refleksi, Bupati Apresiasi Dedikasi Tenaga Kesehatan
Namun korban tak kunjung keluar. Pelaku sempat meninggalkan lokasi untuk melaksanakan salat Maghrib dan menghadiri peringatan Isra Mikraj di mess rekannya.
Sekitar pukul 21.30 Wita, pelaku kembali ke mess dalam kondisi emosi yang belum mereda. Di ruang tengah mess miliknya, ia mengambil sebilah parang yang tergantung di dinding. Senjata tajam itu kemudian dibawanya menuju mess korban.
Saat pintu dibuka dan korban sempat bertanya, “kenapa?”, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah kepala korban. Meski korban berusaha melarikan diri keluar camp, pelaku terus mengejar dan menebas punggung korban berulang kali.
“Korban sempat terjatuh di depan mess pekerja lain. Meski sudah tidak berdaya, pelaku masih melakukan beberapa kali tebasan hingga korban meninggal dunia di tempat,” jelas AKBP Ricky Boy Siallagan, didampingi Kasat Reskrim AKP Cahya Prasada Tuhuteru dan Kasi Humas AKP Hari Setiawan.







