Greenland Memanas, Denmark Kirim Pasukan dan Alutsista, Respons Tegas atas Tekanan Amerika Serikat

Ia menyebut banyak warga merasa dikhianati oleh retorika Trump.

“Isu ini menjadi pembicaraan utama di rumah tangga. Kekhawatiran tentang masa depan benar-benar terasa nyata,” ujarnya.

Sorotan Keamanan Arktik

Menanggapi kekhawatiran AS soal Rusia dan China di Arktik, Nathanielsen mengakui bahwa kawasan tersebut memang semakin strategis.

Ia menegaskan Greenland terbuka terhadap peningkatan peran NATO di wilayahnya, selama tetap menghormati kedaulatan.

Namun, ia memperingatkan bahwa jika suatu hari terjadi agresi dari negara anggota NATO sendiri, maka tatanan dunia akan berubah drastis.

“Itu berarti runtuhnya hukum internasional dan seluruh perjanjian global yang selama ini kita pegang,” katanya.

Pertemuan Penting di Washington

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertemuan pejabat tinggi Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat di Washington.

Delegasi Denmark akan dipimpin Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen, sementara Greenland diwakili Vivian Motzfeldt. Dari pihak AS, dijadwalkan hadir Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Di tengah situasi ini, sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, dikabarkan mulai membahas kemungkinan penempatan pasukan di Greenland sebagai langkah stabilisasi kawasan.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI