BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Puncak musim hujan Januari–Februari kembali menunjukkan taringnya. Pada Kamis, 15 Januari 2026, cuaca di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diprediksi didominasi awan tebal, hujan ringan hingga lebat, serta potensi angin kencang yang patut diwaspadai masyarakat.
BMKG mengingatkan, dinamika atmosfer akibat pengaruh siklon tropis membuat kondisi cuaca di wilayah Kalimantan menjadi lebih tidak stabil. Aktivitas luar ruangan pun disarankan tetap memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca terbaru.
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan & Kalimantan Tengah 14 Januari 2026: Waspada Hujan Petir Mulai 20.00 WITA
Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan
Wilayah Kalimantan Selatan secara umum diperkirakan berawan sejak pagi hingga sore, dengan potensi hujan ringan mulai meningkat menjelang malam hari.
Banjarmasin diprediksi diguyur hujan ringan dengan suhu berkisar 25 hingga 33 derajat Celsius dan kelembapan tinggi antara 58 sampai 92 persen. Sementara Banjarbaru cenderung berawan dengan rentang suhu serupa dan kelembapan mencapai 92 persen.
Beberapa daerah seperti Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, serta kawasan Hulu Sungai diperkirakan mengalami cerah berawan pada siang hari, namun hujan ringan berpotensi turun menjelang tengah malam.
Secara umum, suhu rata-rata provinsi berada di kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan sangat tinggi, mencapai 98 persen di beberapa titik. BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Prakiraan Cuaca Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah diprediksi mengalami kondisi cuaca yang lebih dinamis. Di Palangka Raya, berdasarkan pantauan Stasiun Tjilik Riwut, pagi hari berlangsung berawan dengan suhu 26 hingga 28 derajat Celsius. Memasuki siang, hujan ringan diperkirakan turun dengan suhu naik hingga 29 derajat Celsius.
Sore hari cenderung cerah berawan, lalu kembali berawan pada malam hari dengan suhu minimum sekitar 25 derajat Celsius.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Barito Selatan diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat sesuai dengan prakiraan mingguan BMKG. Kondisi ini menandakan tingginya intensitas hujan di puncak musim hujan Kalimantan Tengah.
BMKG menegaskan, periode Januari hingga Februari merupakan fase paling aktif musim hujan di Kalteng, sehingga potensi banjir lokal, genangan, serta gangguan aktivitas masyarakat menjadi lebih tinggi.






