Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengungkapkan bahwa Sungai Gatot Subroto menjadi prioritas karena memiliki lebar sungai yang cukup, sehingga memungkinkan penggunaan alat berat berkapasitas besar.
“Sungai Gatot ini cukup lebar sehingga memudahkan manuver alat berat. Kami menggunakan excavator BC 200 yang memiliki jangkauan lebih besar dibandingkan alat-alat kecil,” ungkapnya.
Baca juga : Wali Kota Banjarmasin Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Sungai Gampa hingga Kampung Sasirangan
Namun demikian, Suri menambahkan bahwa keberadaan anak-anak sungai kecil di kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses normalisasi.
“Tidak semua anak sungai bisa dimasuki alat berat. Ke depan, akan kita carikan solusi dengan membuat penampungan di lokasi yang cukup luas agar aliran sungai kecil dapat tertampung dan mengalir ke Sungai Gatot,” tambahnya.
Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Syafiq Huwaida juga menyebutkan bahwa pengerukan ini diharapkan dapat mereduksi genangan air di kawasan permukiman sekitar.
“Dengan pengerukan ini, kita harapkan genangan air di permukiman dapat lebih cepat masuk ke Sungai Gatot. Ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir yang terus kita lakukan,” ujarnya.
Syafiq juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas PUPR mengoperasikan tiga unit alat berat yang secara bergilir dikerahkan ke sejumlah titik prioritas di Kota Banjarmasin.







