“Mudah-mudahan seluruh tahapan, mulai dari pengadaan lahan hingga pembangunan fisik yang kemungkinan bersifat multiyears, dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Skema pendanaan multiyears juga telah disiapkan,” jelasnya.
Ariadi turut menekankan pentingnya dukungan semua pihak, termasuk masyarakat Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarbaru, agar proses pembangunan stadion dapat berjalan sesuai rencana.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gerak Cepat Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Aspal Jembatan Guntung Manggis Diperbaiki
Terkait penetapan harga lahan, ia menjelaskan bahwa saat ini masih berada pada tahap komitmen awal dari para pemilik lahan. Proses penilaian dan penetapan nilai lahan selanjutnya akan dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Tidak ada istilah ganti kerugian, tetapi ganti keuntungan. Komitmen pemerintah adalah memastikan pemilik lahan tidak dirugikan, bahkan merasa diuntungkan,” tegasnya.
Untuk pembangunan stadion secara keseluruhan, Ariadi menyebut kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun. Anggaran tersebut diharapkan mampu mewujudkan stadion bertaraf internasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Selain sebagai sarana olahraga berstandar internasional, stadion ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri olahraga dan pengembangan kawasan strategis di sekitar bandara, sejalan dengan visi pembangunan daerah serta penguatan peran Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan,” pungkasnya.
Sumber: MC Kalsel








