JAKARTA, Kalimantanlive.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginstruksikan PT Nestlé Indonesia menghentikan sementara peredaran sejumlah produk susu formula sebagai langkah pencegahan terkait dugaan kontaminasi toksin cereulide.
Langkah ini diambil menyusul penarikan beberapa varian susu formula Nestlé di 49 negara akibat potensi cemaran cereulide. Meski Indonesia tidak termasuk negara terdampak, BPOM tetap melakukan penelusuran terhadap produk yang pernah beredar di dalam negeri.
BACA JUGA: 6 Minuman Sehat yang Cocok Dikonsumsi Saat Perut Kosong di Pagi Hari
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, pihaknya menemukan dua nomor bets susu formula bayi yang sama dengan produk yang ditarik di luar negeri pernah masuk ke Indonesia. Namun, hasil pengujian laboratorium menunjukkan tidak ditemukan toksin cereulide.
“Berdasarkan hasil uji, cereulide tidak terdeteksi dan berada di bawah batas kuantifikasi, yakni kurang dari 0,20 µg/kg,” ujar Taruna dalam keterangan resmi, Rabu (14/1).
Meski dinyatakan aman, BPOM tetap meminta penghentian distribusi dua bets tersebut sebagai bentuk kehati-hatian untuk melindungi konsumen.
Apa itu Cereulide?
Cereulide merupakan toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus, penyebab umum keracunan makanan. Racun ini bersifat tahan panas, sehingga tidak dapat dihilangkan melalui pemanasan atau proses memasak biasa.
Paparan cereulide dapat menimbulkan gejala seperti mual dan muntah hebat dalam waktu singkat setelah konsumsi. Pada kasus tertentu, toksin ini berpotensi berdampak serius pada organ vital seperti saluran pencernaan, ginjal, pankreas, hingga sistem saraf.







