“Misalnya kemarin di daerah Jalan Siaga III, Kompleks Semanda dan Tembikar Kanan Pemurus. Bahkan saya harus berjalan kaki sekitar 200 meter,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Gojek Merah Putih (KGMP) Banjarmasin ini.
Jamjam mengaku lebih memilih nekad mengantarkan orderan ke rumah pelanggan berjalan kaki, karena tidak ingin mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki sepeda motornya akibat melalui kubangan air.
Baca juga : Wali Kota Banjarmasin Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Sungai Gampa hingga Kampung Sasirangan
“Daripada sepeda motor mogok dipaksakan. Kemarin sempat hanya dalam satu minggu, dua kali memperbaiki motor dan biayanya hampir Rp 1 juta karena dipaksakan menerobos banjir saat mengantar orderan,” jelasnya.
Tidak kalah penting diakui Jamjam, meskipun dalam kondisi banjir, dirinya berusaha agar pelanggan bisa terlayani dengan baik.
“Tentu berusaha agar pelanggan bisa tetap terlayani dengan maksimal. Apalagi dalam situasi seperti itu, pelanggan membutuhkan kita,” katanya.







