FIFA Buka Suara soal Dampak Kebijakan Visa AS Jelang Piala Dunia 2026

Respons FIFA Jelang Piala Dunia 2026

Menanggapi isu pengetatan visa tersebut, FIFA memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna menjamin kelancaran penyelenggaraan turnamen.

Dalam siaran pers terbarunya, FIFA mengungkap bahwa dalam 33 hari terakhir telah menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket Piala Dunia 2026. Permintaan tertinggi tercatat berasal dari Jerman, Inggris, Brasil, Spanyol, Portugal, Argentina, dan Kolombia, selain dari tiga negara tuan rumah.

Namun demikian, Brasil dan Kolombia termasuk dalam daftar negara yang visanya ditangguhkan oleh Amerika Serikat. Meski begitu, FIFA menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk visa imigran dan tidak mencakup visa non-imigran seperti visa turis dan visa bisnis.

Dengan demikian, peluang bagi penonton internasional untuk masuk ke Amerika Serikat masih tetap terbuka.

FIFA Luncurkan Sistem Prioritas Visa

Untuk mendukung kelancaran akses penonton, FIFA memperkenalkan FIFA Priority Appointment Scheduling System atau FIFA PASS. Layanan ini memungkinkan pemegang tiket resmi Piala Dunia 2026 mendapatkan prioritas jadwal wawancara visa menjelang turnamen.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa sistem ini merupakan bagian dari komitmen FIFA untuk menghadirkan Piala Dunia yang inklusif dan terbuka bagi semua pihak.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Amerika Serikat atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan Piala Dunia 2026.

Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa FIFA PASS tidak memberikan jaminan otomatis bagi seseorang untuk masuk ke Amerika Serikat. Seluruh pemohon tetap diwajibkan menjalani proses pemeriksaan latar belakang dan keamanan sesuai regulasi yang berlaku.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI