Rupiah Terancam Jebol Rp 17.000, Gejolak Politik AS dan Konflik Global Dorong Dolar Menggila Pekan Depan

Pernyataan tersebut memunculkan persepsi kurangnya sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter. Kondisi ini dinilai akan terus menjadi sorotan pasar dan berpotensi memperlemah rupiah lebih lanjut.

Ibrahim menilai, isu ini akan terus “digoreng” oleh pelaku pasar pada pekan depan, sehingga membuka peluang rupiah mendekati bahkan menembus level Rp 17.000 per dollar AS.

Pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026), rupiah tercatat melemah 31 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 16.896 per dollar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan ke level Rp 16.880 per dollar AS.

Dengan tekanan global dan domestik yang belum mereda, rupiah kini berada di persimpangan kritis. Pekan depan diprediksi menjadi ujian berat bagi stabilitas nilai tukar Indonesia di tengah dominasi dollar AS yang semakin agresif.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI