Kebakaran Hutan Hebat di Chili: 15 Orang Tewas, Lebih dari 50 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

KALIMANTANLIVE.COM – Kebakaran hutan besar melanda wilayah selatan Chili dan menewaskan sedikitnya 15 orang, serta memaksa lebih dari 50.000 warga mengungsi dari rumah mereka. Bencana ini menjadi salah satu kebakaran terparah yang terjadi di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari AFP, Senin (19/1/2026), Menteri Keamanan Chili, Luis Cordero, menyatakan bahwa korban jiwa berasal dari wilayah Ñuble dan Biobío, sekitar 500 kilometer di selatan ibu kota Santiago.

# Baca Juga :Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Pesan Penting Bupati Tanah Laut

# Baca Juga :Kebakaran Hutan Terbesar Sejak 1949, Prancis Kehilangan 16.000 Hektare Lahan

# Baca Juga :KLH: Kebakaran Hutan di Riau Terindikasi Terorganisir, Bukan Kebetulan

# Baca Juga : Tragedi Kebakaran Hutan di Kanada: 2 Tewas, Ribuan Warga Dievakuasi

Kobaran api dengan cepat meluas akibat angin kencang dan suhu ekstrem yang melanda Chili pada musim panas di belahan bumi selatan. Kondisi tersebut menyulitkan upaya pemadaman dan memperparah dampak kebakaran.

Presiden Umumkan Keadaan Darurat

Presiden Gabriel Boric sebelumnya telah mengumumkan status keadaan darurat di wilayah Ñuble dan Biobío. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial X, seiring dengan semakin meluasnya kebakaran hutan.

“Hampir dua lusin kebakaran terjadi di seluruh negeri, dengan konsentrasi terbesar di Ñuble dan Biobío. Semua sumber daya tersedia,” tulis Boric.

Dengan status darurat ini, angkatan bersenjata dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana.

Menteri Dalam Negeri Alvaro Elizalde menyebut situasi saat ini sangat serius.

“Kita menghadapi situasi yang rumit dan membutuhkan respons maksimal dari seluruh unsur negara,” ujarnya.

Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

Direktur Layanan Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Chili, Alicia Cebrian, mengatakan bahwa sebagian besar evakuasi dilakukan di wilayah Biobío, khususnya di kota Penco dan Lirquén, yang memiliki populasi gabungan sekitar 60.000 jiwa.

Rekaman yang disiarkan televisi lokal memperlihatkan api melalap kawasan permukiman, dengan mobil-mobil hangus dan kepulan asap tebal menyelimuti jalanan kota.