BALI, KALIMANTANLIVE.COM – Pengusaha sekaligus tokoh UMKM Bali, Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna, mengungkap pengalaman mencekam saat berada di dalam helikopter bersama artis Raffi Ahmad. Helikopter yang mereka tumpangi sempat mengalami gangguan akibat cuaca buruk dan hampir mengalami insiden di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali Utara.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) itu sempat menghebohkan warga setempat dan menjadi perhatian publik setelah rekaman video helikopter yang terbang tidak stabil beredar di media sosial.
# Baca Juga :IHSG Ditutup Menguat ke 9.133, Saham ASII Melesat, INCO Tertekan Harga Nikel, BNBR Siapkan Right Issue
# Baca Juga :Badai Salju Lumpuhkan Jalanan, 100 Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Michigan AS
# Baca Juga :Daftar Lengkap Temuan Barang Pribadi Korban Kecelakaan ATR 42-500, Milik Kopilot hingga Pegawai KKP
# Baca Juga :Usai Terjaring OTT, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung KPK Jakarta
Kejadian tersebut pertama kali terungkap melalui unggahan Instagram manajer Raffi Ahmad, Prio Bagja Anugrah (@priotralala), pada Jumat (16/1/2026). Dalam video yang kemudian viral di TikTok melalui akun @tinimuetz, tampak sebuah helikopter berputar-putar di langit yang dipenuhi awan tebal di atas area persawahan dan permukiman warga. Salah seorang warga yang merekam kejadian itu terdengar panik sambil mendoakan agar helikopter tidak jatuh.
Sudah Koordinasi dengan BMKG
Ajik Krisna kemudian memberikan klarifikasi melalui akun resmi Krisna Oleh-Oleh Bali. Ia menjelaskan bahwa penerbangan tersebut dilakukan untuk meninjau rencana pembangunan kawasan UMKM di Bali Utara. Sebelum penerbangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Namun, karena jadwal Raffi Ahmad yang terbatas, penerbangan tetap dilakukan meski kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Jadi sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG, memang cuacanya lagi kurang bagus. Tetapi karena waktu Raffi hanya ada kemarin untuk ke Bali dan melihat persiapan pembangunan lahan UMKM di Bali Utara, mau tidak mau kami berkoordinasi dengan pihak helikopter,” ujar Anom dalam video yang diunggah akun TikTok @krisnaoleholehbali, Sabtu (17/1/2026).
Ia menuturkan, pada pagi hari kondisi cuaca masih relatif aman meski sedikit berawan. Raffi Ahmad mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 WITA, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Bali Utara. Penerbangan berjalan lancar dan rombongan tiba dengan selamat.
Namun, kondisi cuaca mulai memburuk sekitar pukul 10.00 WITA. Langit mendung disertai gerimis mulai melanda wilayah tersebut. Karena Raffi Ahmad dijadwalkan kembali ke Solo pada pukul 11.00 WITA, penerbangan dari Bali Utara menuju Bandara Ngurah Rai tetap dilanjutkan.
“Begitu balik dari Bali Utara sekitar jam sepuluh, cuaca sudah mendung dan agak gerimis. Karena Raffi harus kembali ke Solo jam sebelas, mau tidak mau kami melanjutkan penerbangan,” jelasnya.
Terjebak Kabut Tebal, Suasana Mencekam di Dalam Helikopter
Ajik Krisna juga menceritakan suasana mencekam di dalam helikopter saat gangguan cuaca terjadi. Lima menit pertama penerbangan masih berjalan normal. Namun, sekitar sepuluh menit kemudian, helikopter memasuki kabut yang sangat tebal hingga jarak pandang nyaris nol.
“Kabutnya sangat gelap. Kami tidak bisa melihat apa pun di bawah. Semuanya gelap, hanya kabut. Sekitar sepuluh menit helikopter itu berputar-putar. Saya sendiri sangat tegang waktu itu,” ungkap Anom.
Rasa takut dan cemas pun menyelimuti seluruh penumpang. Ajik Krisna dan rombongan sempat meminta agar dilakukan pendaratan darurat. Namun, pilot meyakinkan bahwa kondisi masih terkendali dan penerbangan dapat dilanjutkan dengan aman.







