BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Di sela masa reses Masa Sidang I Tahun 2026, pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel yang menyuarakan penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui mekanisme DPRD.
Audiensi tersebut diterima langsung Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK bersama Wakil Ketua II DPRD Kalsel H. M. Alpiya Rakhman, didampingi Ketua Komisi I Rais Ruhayat, Wakil Ketua Komisi II Suripno Sumas, Anggota Komisi I Ilham Nor, serta Anggota Komisi IV Bambang Yanto Permono, Senin (19/1/2026).
BACA JUGA: Tolak Wacana Pilkada Melalui DPRD, Demo di DPRD Kalsel Sempat Diwarnai Kericuhan
Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK menegaskan komitmen lembaganya untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk suara kritis dari kalangan mahasiswa.
Ia mengapresiasi konsistensi mahasiswa dalam menolak wacana Pilkada melalui DPRD serta kepedulian mereka terhadap isu strategis lainnya, seperti kelestarian lingkungan Gunung Meratus.
“Aspirasi ini tidak akan berhenti di ruangan ini. Kami akan meneruskannya secara resmi ke pemerintah pusat, lengkap dengan dokumentasi hasil pertemuan hari ini,” ujar Supian di hadapan perwakilan BEM.
Supian menilai dinamika diskusi yang berlangsung cukup alot merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat. Menurutnya, perbedaan pandangan justru memperkaya ruang dialog antara wakil rakyat dan generasi muda.
“Tugas kami bukan menolak, tetapi menerima dan membina. Mahasiswa adalah calon pemimpin di masa depan,” tegasnya.







