Film Esok Tanpa Ibu Soroti Relasi AI, Ibu, dan Lingkungan

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Penulis naskah film Esok Tanpa Ibu, Gina S. Noer, menyebut film ini menggambarkan relasi kompleks antara kecerdasan buatan (AI), sosok ibu, dan lingkungan. Ketiganya dipandang memiliki benang merah yang saling terkait.

“Ketika bicara soal ibu, AI, dan lingkungan, ada hubungan antara ibu sebagai manusia, ibu pertiwi, dan ibu bumi,” ujar Gina dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA: Film Live-Action The Legend of Zelda Masuk Kesepakatan Streaming Sony–Netflix

Film ini berkisah tentang remaja 16 tahun yang menggunakan AI ciptaan temannya untuk meniru sosok sang ibu yang koma. Kehadiran teknologi tersebut memunculkan dilema moral serta memengaruhi hubungan ayah dan anak.

Gina menilai cara manusia memperlakukan lingkungan berkaitan erat dengan cara memperlakukan sesama, termasuk perempuan. Menurutnya, penghormatan terhadap alam dan perempuan saling memengaruhi.

“Ketika perempuan dihargai, dunia bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, meski teknologi berkembang pesat dan membuka banyak kemungkinan, kemajuan tersebut tetap harus berpijak pada nilai kemanusiaan dan kesadaran ekologis.

Salah satu simbol visual dalam film ini adalah kuncup bunga yang tumbuh di tanah gersang, yang dimaknai sebagai harapan di tengah kehilangan.

“Di tengah kekeringan dan duka, kehidupan selalu mencari jalan,” pungkas Gina.

Sumber: Antaranews