JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pelatih Manchester City Josep “Pep” Guardiola menyalakan alarm kewaspadaan setelah timnya menelan dua kekalahan beruntun, termasuk saat takluk 1-3 dari Bodo/Glimt pada lanjutan Liga Champions UEFA 2025/2026, Rabu dini hari WIB.
Sebelumnya, City juga kalah 0-2 dari Manchester United pada derbi Liga Inggris. Guardiola menilai performa timnya sejak awal 2025 belum sesuai harapan dan banyak detail permainan yang harus segera dibenahi.
BACA JUGA: Juventus Bangkit! Tundukkan Pafos 2-0, Nyonya Tua Kunci Kemenangan Beruntun di Liga Champions
“Kami harus bangkit dan mengubah situasi ini. Hasil kami belakangan tidak cukup baik,” ujar Guardiola.
Meski kalah, Guardiola menilai permainan City melawan Bodo/Glimt lebih baik dibanding saat menghadapi MU. City mendominasi penguasaan bola hingga 64 persen dan melepaskan 16 tembakan, namun hanya lima yang tepat sasaran dan satu berbuah gol.
Sebaliknya, Bodo/Glimt tampil efektif dengan mencetak tiga gol dari delapan tembakan. Guardiola mengakui tuan rumah bermain sangat terorganisasi, ditambah absennya sejumlah pemain kunci City akibat cedera serta kartu merah Rodri pada menit ke-62.
“Kami kehilangan banyak pemain penting yang sebenarnya bisa memberi konsistensi,” katanya.
Kekalahan ini membuat Manchester City berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 13 poin dari tujuh laga. Sementara Bodo/Glimt naik ke peringkat 27 dan menjaga peluang menuju zona playoff.
Sumber: Antaranews










