Gaji Guru Bisa Kalah dari Sopir MBG, Pengamat Desak Pemerintah Bentuk Badan Kesejahteraan Guru

KALIMANTANLIVE.COM – Isu rendahnya kesejahteraan guru kembali mencuat ke publik. Pemerhati pendidikan Billy Mambrasar menilai pemerintah perlu segera membentuk badan atau kementerian khusus yang fokus mengatur gaji, tunjangan, dan kesejahteraan guru di Indonesia.

Menurut Billy, hingga saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum mampu memberikan kepastian menyeluruh terkait kesejahteraan tenaga pendidik, terutama guru honorer.

# Baca Juga :Korban Jiwa Bencana Sumatera Tembus 1.200 Orang, BNPB Catat 143 Warga Masih Hilang

# Baca Juga :Jadwal Persija vs Madura United di Super League 2025-2026, Laga Pembuka Putaran Kedua di GBK

# Baca Juga :HP Murah Terancam Langka? Oppo, Vivo, hingga Xiaomi Dikabarkan Pangkas Stok Besar-besaran 2026

# Baca Juga :KPK Akui Sempat Kesulitan OTT Bupati Pati Sudewo, Bingung Lacak Peran “Tim 8”

Usulan tersebut telah disampaikan Billy dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Selasa (20/1/2026), sebagai bentuk dorongan agar negara lebih serius memperhatikan nasib guru.

“Kesejahteraan guru masih rendah. Negara perlu mempertimbangkan pengalokasian gaji dan tunjangan guru melalui sebuah badan nasional atau langsung dari kementerian, seperti pengelolaan pegawai SPPG di Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Billy kepada Kompas.com.

Dana Pendidikan Dinilai Tak Menyentuh Guru

Mantan Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar itu menilai selama ini anggaran pendidikan lebih banyak ditransfer ke daerah, namun tidak secara spesifik diarahkan untuk kesejahteraan guru.

“Anggaran pendidikan ditransfer ke daerah, lalu dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan lain, bukan untuk gaji dan tunjangan guru. Akibatnya, kesejahteraan guru tetap minim,” ujar Billy.

Ia menilai, jika pengelolaan kesejahteraan guru dilakukan secara terpusat, maka ketimpangan gaji antardaerah bisa ditekan.

Gaji Guru Disebut Kalah dari Sopir MBG

Sorotan semakin tajam setelah Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut gaji guru honorer lebih rendah dibanding sopir Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengungkapkan bahwa sopir MBG menerima bayaran sekitar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per hari. Jika diakumulasi, penghasilan bulanan mereka bisa mencapai lebih dari Rp 3 juta.

“Sudah pasti lebih dari Rp 3 juta. Sementara guru honorer, banyak sekali, bahkan di Jakarta, gajinya hanya Rp 300.000 per bulan. Ini Jakarta, bukan daerah terpencil,” kata Ubaid di Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

Dinilai Tak Adil dan Memprihatinkan

Ubaid menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan, mengingat guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.