GAWAT! Gara-gara Greenland, Pemerintah Jerman Dukung Wacana Boikot Piala Dunia 2026

KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Jerman mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mendukung wacana boikot Piala Dunia 2026, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik akibat kebijakan Amerika Serikat terkait rencana invasi ke Greenland.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Namun, posisi Amerika Serikat sebagai salah satu host kini dipersoalkan, menyusul kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang dinilai berpotensi mencederai nilai sportivitas turnamen global tersebut.

# Baca Juga :Diterjang Banjir Cengkareng, Muhadi Gendong Ela Menuju Pelaminan: Cinta Menang di Tengah Genangan

# Baca Juga :Terbongkar Dugaan Pelecehan Guru SD di Tangsel, Modus Uang Jajan hingga Foto Korban di Media Sosial

# Baca Juga :Aktivitas Meningkat, Gunung Ile Lewotolok Meletus 164 Kali Rabu Pagi Disertai Gemuruh

# Baca Juga :Gaji Guru Bisa Kalah dari Sopir MBG, Pengamat Desak Pemerintah Bentuk Badan Kesejahteraan Guru

Desakan agar FIFA mencabut status tuan rumah Amerika Serikat mulai menguat dari sejumlah negara Eropa. Terbaru, tekanan tersebut datang dari Jerman, salah satu raksasa sepak bola dunia dan pemilik empat gelar juara Piala Dunia.

Pernyataan Kontroversial Trump Picu Ketegangan

Laporan media Italia Tutto Mercato Web menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, suara-suara di Jerman semakin keras mendukung boikot Piala Dunia 2026 sebagai respons atas memburuknya hubungan diplomatik dengan Washington.

Pemicu utama ketegangan ini adalah pernyataan kontroversial Trump terkait Greenland, termasuk ancaman penggunaan kekuatan militer serta rencana penerapan tarif perdagangan baru terhadap Uni Eropa.

Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan niat untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Kerajaan Denmark, dengan dalih mengantisipasi ancaman Rusia dan China. Wacana tersebut memicu kegelisahan di kalangan negara-negara Barat, khususnya sesama anggota NATO.

Pemerintah Jerman Serahkan Keputusan ke DFB

Meski mendukung wacana boikot, Pemerintah Jerman menegaskan tidak akan ikut campur secara langsung dalam keputusan partisipasi di Piala Dunia 2026.

Sekretaris Negara untuk Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein, menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).

“Pemerintah federal menghormati otonomi olahraga. Keputusan mengenai partisipasi atau kemungkinan boikot acara olahraga internasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab federasi olahraga terkait, bukan politisi,” ujar Schenderlein kepada AFP, Selasa.

Politisi Jerman Dorong Sikap Tegas ke Trump

Politisi Partai Uni Demokrat Kristen (CDU), Juergen Hardt, secara terbuka mengusulkan langkah tegas guna menekan Presiden Donald Trump agar mempertimbangkan ulang kebijakannya terhadap Greenland.

Menurut Hardt, boikot Piala Dunia 2026 dapat menjadi opsi terakhir jika jalur diplomasi gagal.

“Pembatalan keikutsertaan di Piala Dunia 2026 hanya akan dipertimbangkan sebagai upaya terakhir untuk membuat Presiden Trump meninjau kembali sikapnya terkait Greenland,” kata Hardt dalam wawancara dengan BILD yang dikutip Sports Illustrated.

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa persoalan Greenland seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme keamanan NATO.

“Kami yakin akan mencapai pemahaman bersama mengenai keamanan di dalam NATO terkait Greenland,” tambahnya.