KALIMANTANLIVE.COM – Ketersediaan ponsel murah di pasaran berpotensi semakin terbatas pada 2026. Sejumlah produsen smartphone asal China, seperti Oppo, Vivo, Xiaomi, hingga Transsion (Infinix, Itel, Tecno), dikabarkan akan memangkas target pengiriman (shipment) secara signifikan tahun ini.
Langkah tersebut disebut dipicu oleh melonjaknya harga media penyimpanan (storage) di pasar China, yang berdampak langsung pada biaya produksi smartphone, khususnya di segmen menengah ke bawah.
# Baca Juga :OPPO Reno15 Series Hadirkan Fitur AI Motion Photo Border Stitching
# Baca Juga :Korban Jiwa Bencana Sumatera Tembus 1.200 Orang, BNPB Catat 143 Warga Masih Hilang
# Baca Juga :Jadwal Persija vs Madura United di Super League 2025-2026, Laga Pembuka Putaran Kedua di GBK
Informasi ini berasal dari sumber industri yang dihimpun oleh blog bisnis dan teknologi China, Sina.
Menurut sumber tersebut, Xiaomi dan Oppo diperkirakan memangkas target pengiriman lebih dari 20 persen, sementara Vivo disebut akan menurunkan shipment hampir 15 persen.
Adapun Transsion belum merinci besaran penurunannya, namun perusahaan itu dikabarkan menargetkan pengiriman smartphone di bawah 70 juta unit sepanjang 2026.
HP Kelas Menengah ke Bawah Paling Terdampak
Pemangkasan shipment ini diprediksi paling berdampak pada ponsel kelas menengah dan entry-level, termasuk model-model yang dipasarkan di luar China.
Artinya, merek seperti Oppo, Vivo, Xiaomi, hingga Transsion berpotensi mengurangi fokus pada HP murah dan lebih memprioritaskan perangkat kelas atas atau flagship demi menjaga margin keuntungan.
Jika strategi ini terealisasi, konsumen di pasar berkembang berisiko menghadapi pilihan HP murah yang semakin terbatas atau harga yang lebih mahal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Strategi Tekan Harga Komponen?
Sejumlah analis menilai, laporan penurunan target shipment juga bisa menjadi strategi negosiasi vendor ponsel terhadap pemasok komponen, khususnya produsen memori.
Dengan melaporkan proyeksi pengiriman yang lebih rendah, vendor ponsel berharap pemasok menahan kenaikan harga atau lebih fleksibel dalam alokasi stok, di tengah ketatnya persaingan pasokan memori dengan industri kecerdasan buatan (AI).
“Untuk mendapatkan sumber daya dari produsen hulu, pembuat ponsel sering kali melaporkan angka pengiriman yang berbeda dari kondisi sebenarnya,” ujar salah satu sumber industri.
Sumber lain dari produsen storage menyebut klaim penurunan hingga 20 persen kemungkinan terlalu dibesar-besarkan.
“Kami memperkirakan penurunan riilnya hanya sekitar 10 persen,” kata sumber tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa hingga kini, pemasok besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix belum menerima pemberitahuan resmi terkait penurunan drastis target pengiriman dari para vendor ponsel.







