Kontroversi Baru Trump: Unggah Peta AS Versi AI yang Mencakup Greenland, Kanada, hingga Venezuela

WASHINGTON DC, KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi global setelah mengunggah peta Amerika Serikat versi kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan Greenland, Kanada, dan Venezuela seolah menjadi bagian dari wilayah AS.

Gambar tersebut diunggah Trump melalui platform Truth Social pada Selasa (20/1/2026), di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan sejumlah negara Eropa.

# Baca Juga :RESMI! 32.000 Pegawai SPPG Diangkat PPPK Mulai 2026, Ini Rincian Gaji dan Tunjangannya

# Baca Juga :GAWAT! Gara-gara Greenland, Pemerintah Jerman Dukung Wacana Boikot Piala Dunia 2026

# Baca Juga :Diterjang Banjir Cengkareng, Muhadi Gendong Ela Menuju Pelaminan: Cinta Menang di Tengah Genangan

# Baca Juga :Terbongkar Dugaan Pelecehan Guru SD di Tangsel, Modus Uang Jajan hingga Foto Korban di Media Sosial

Unggahan itu segera memancing spekulasi luas, mengingat peta yang ditampilkan memperlihatkan perluasan wilayah Amerika Serikat secara ekstrem hingga mencakup negara dan kawasan berdaulat milik pihak lain.

Peta AI dan Pertemuan Pemimpin Eropa

Dalam gambar tersebut, Trump tampak duduk di samping peta Amerika Serikat yang telah diperluas, sembari terlihat berbincang dengan sejumlah pemimpin Eropa.

Foto itu diduga merupakan hasil editan AI dari pertemuan para pemimpin dunia yang berlangsung di Washington DC pada Agustus 2025, ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berkunjung ke AS.

Saat pertemuan tersebut, Trump diketahui tengah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebuah momen yang kala itu juga menuai sorotan internasional.

Namun, dalam unggahan terbaru Trump, peta yang ditampilkan justru menjadi fokus utama karena menggambarkan wilayah negara lain seolah telah “diserap” ke dalam Amerika Serikat.

Ambisi Lama Trump atas Kanada dan Greenland

Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump berulang kali melontarkan pernyataan kontroversial terkait ekspansi wilayah.

Ia sebelumnya menyebut Kanada sebagai calon negara bagian ke-51 Amerika Serikat, serta sempat mengunggah gambar yang menyebut dirinya sebagai “Penjabat Presiden Venezuela” usai Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dalam unggahan terbarunya, ambisi Trump terhadap Greenland kembali mengemuka. Greenland sendiri merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.

Trump berkali-kali menyatakan bahwa Amerika Serikat harus menguasai pulau strategis di kawasan Arktik tersebut dengan alasan keamanan nasional. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer demi mewujudkan ambisi tersebut.