”Biasanya ada pengurangan durasi 5 hingga 10 menit per jam pelajaran. Kami juga sangat setuju jika ada libur 3–5 hari di awal puasa untuk proses adaptasi siswa,” ujar Djati, Rabu (21/1/2026).
Menutup pernyataannya, Djati Asmoro menghimbau agar seluruh umat Muslim di Kalimantan Tengah tetap menjaga kerukunan dan tidak terpecah belah terkait potensi perbedaan awal puasa.
Ia mengajak masyarakat untuk menunggu hasil keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat yang akan dilakukan oleh Kemenag.(*)
Kalimatanlive.com / Pathur
EDITOR / Pathrurrachman







