“Tadi ada aspirasi soal jembatan. Karena untuk mengantarkan makan MBG, anak-anak atau petugas harus ambil secara manual karena aksesnya kurang bagus. Jembatan ini perlu diperbaiki atau dibangun baru. Selain itu, penataan sungai di sekitar sekolah harus bagus agar tidak ada lagi cerita sekolah harus libur karena tergenang banjir,” tambahnya.
Lebih jauh, dia mengatakan tahun ini Pemko telah menganggarkan pembangunan lima sekolah baru dengan sistem grouping (penggabungan, red). Langkah ini diambil untuk menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih representatif, modern, dan terintegrasi.
Baca juga : Wali Kota Banjarmasin Tekankan Penghargaan Atlet Diprioritaskan
“Ini harus menjadi pemikiran serius Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menyediakan fasilitas yang benar-benar nyaman. Saya sudah minta Kepala Dinas Pendidikan untuk mengomunikasikan lagi potensi pengembangan lahan di sini,” lugasnya.
Langkah responsif ini sejalan dengan visi Presiden RI dalam mewujudkan Sekolah Rakyat yang inklusif. Pemerintah Kota Banjarmasin pun terus berupaya berkomitmen agar pendidikan anak-anak tidak terhambat oleh kendala fisik bangunan maupun akses infrastruktur.
Kalimantanlive.com/Medcentjbjm







