“Silaturahmi dan olahraga ini bukan hanya soal hari ini. Kita ingin olahraga menjadi kebiasaan sehari-hari, karena masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan berdaya saing,” katanya.
Dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari DPRD Kota Banjarmasin. Ketua DPRD, Rikval Fachruri, memastikan bahwa anggaran bonus atlet telah dialokasikan dalam APBD 2026 melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata.
Baca juga : Turun ke Lapangan, Wali Kota Banjarmasin Temukan Penyempitan Jembatan dan Pintu Air Terbengkalai
“Masalah bonus atlet ini sering menjadi aspirasi. Kenapa harus dibayar belakangan? Alhamdulillah, tahun 2026 anggarannya sudah ada. Jika ada keterlambatan, silakan sampaikan langsung ke Wali Kota dan DPRD,” tegas Rikval.
Dia menilai, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar kebijakan olahraga tidak berhenti pada janji, tetapi benar-benar dirasakan oleh atlet dan masyarakat. Kabar tersebut disambut antusias oleh para atlet. Fajrin, pelatih Muay Thai Banjarmasin, mengaku kebijakan pencairan bonus lebih awal menjadi suntikan motivasi bagi atlet.
“Ini kabar yang sangat baik. Anak-anak atlet merasa dihargai. Bonus ini adalah hasil keringat mereka untuk Kota Banjarmasin. Kami berharap kebijakan ini konsisten agar prestasi olahraga terus meningkat,” ujarnya.
Jika dilihat dari perspektif kebijakan publik, langkah Pemko Banjarmasin memiliki sejumlah kekuatan, antara lain komitmen pimpinan daerah, dukungan DPRD, serta partisipasi aktif atlet dan masyarakat.
Namun, tantangan tetap ada, seperti ketergantungan pada APBD dan perlunya pengelolaan anggaran yang disiplin agar pencairan tidak terkendala teknis.







