Pasalnya, kondisi sekarang menuntut pejabat yang responsif, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat cepat dan tepat. Tidak bisa berlama-lama, karena respon masyarakat terhadap pelayanan langsung dirasakan dan diketahui secara luas.
“Tantangan ke depan semakin kompleks, kita perlu birokrasi yang lincah dan adaptif. Tidak lagi mengelola ASN dengan cara-cara yang konvensional,” sebut Bupati.
Bupati menginginkan, manajemen talenta akan membawa pelayanan terbaik bagi masyarakat Tabalong, dengan demikian pada gilirannya dapat membantunya, menempatkan orang yang tepat pada posisinya guna percepatan realisasi program prioritas.
Sementara itu, Sekretaris Utama BKN, Hj Imas Sukmariah mengatakan, manajemen talenta baik dalam promosi maupun mutasi adalah tuntutan terhadap SDM ASN yang ada di Tabalong.
“Tidak hanya melihat kualifikasi kompetensi, tetapi juga kinerja, moralitas dan integritasnya itu paling utama. Karena 7 (tujuh) program prioritas bupati luar biasa, menyentuh langsung ke masyarakat,” katanya.
Ditegaskan Sukmariah, bahwa program Tabalong Smart tidak hanya dalam kertas, tetapi implementatif dan mesti didukung oleh talenta-talenta yang mumpuni. Bekerjanya tidak saja menggugurkan kewajiban.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







