Kedua sosok akademisi ini, meninggalkan warisan literasi yang kuat dengan meluncurkan 5 buku rekam jejak pembangunan pada akhir masa jabatan (2018).
Ini, termasuk karya monumental “Pukung Pahewan” yang mengulas kearifan lokal suku Dayak di Palangka Raya yang hingga kini masih ada dan banyak dikenal warga lokal. (*)
Kalimantanlive.com / Pathur
EDITOR : Pathrurrachman







