BALANGAN, Kalimantanlive.com – Kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Bank Kalsel menyalurkan 1.500 set alat tulis warna untuk mendukung kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Bantuan tersebut disalurkan dalam rangkaian kegiatan pendampingan psikososial yang dilaksanakan di 10 desa terdampak banjir, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan dan sejumlah instansi terkait, dengan total nilai bantuan mencapai Rp30 juta.
Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Paringin, Muhammad Isnaeni, mengatakan bantuan ini bersumber dari dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan psikologis anak-anak pascabencana.
BACA JUGA: Bank Kalsel Dorong Konsolidasi BPR, Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Pedesaan
“Dalam mendukung kegiatan trauma healing pascabanjir bagi anak-anak di sini, kami menyalurkan 1.500 set alat tulis warna yang digunakan dalam kegiatan pendampingan psikososial di 10 desa terdampak, dengan nilai total Rp30 juta,” ujar Isnaeni di Paringin.
Ia menegaskan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak bencana, sehingga membutuhkan perhatian khusus agar dapat kembali ceria dan bersemangat menjalani aktivitas belajar.
“Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian Bank Kalsel terhadap pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya anak-anak. Kami berharap mereka bisa kembali tersenyum, semangat belajar, dan perlahan pulih dari trauma yang dialami,” tambahnya.
Isnaeni juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan trauma healing ini merupakan kelanjutan dari komitmen Bank Kalsel dalam penanganan banjir di Kabupaten Balangan. Sebelumnya, Bank Kalsel telah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp55 juta kepada sejumlah kecamatan terdampak banjir.







