Selain persoalan banjir, warga juga mengusulkan adanya pelatihan keterampilan bagi pemuda yang sesuai dengan kebutuhan rekrutmen perusahaan.
Menanggapi hal itu, pihak PUPR menjelaskan bahwa ke depan, bersamaan dengan pembangunan gedung Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), juga direncanakan pembangunan gedung pendidikan dan pelatihan (diklat).
BACA JUGA: Demo Tolak Pilkada Melalui DPRD di DPRD Kalsel Timbulkan Korban di Pihak Mahasiswa Maupun Aparat
Sementara itu, warga Desa Gambah Dalam Barat menyoroti dampak banjir terhadap lahan pertanian. Untuk menjawab aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Lutfiana, hadir dan menjelaskan pentingnya program asuransi tani guna melindungi petani dari risiko gagal panen akibat genangan air yang berlangsung lebih dari tiga hari.
Desy memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut akan dicatat dan diperjuangkan melalui pembahasan kebijakan bersama pihak terkait.
sumber: DPRD Kalsel







