Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi di media sosial.
”Jangan langsung percaya. Sekarang ada AI, ada hoaks yang diputarbalikkan. Sesuatu yang positif bisa jadi buruk kalau dipelintir dan diulang-ulang secara negatif, itu akan menjadi kebohongan yang dibenarkan. Kita jangan sampai terjerumus ke sana,” tegasnya.
Baca juga : Jaga Keamanan Pasar Sentra Antasari, Pemko Gandeng Kodim 1007/Banjarmasin
Dandim juga berharap media menjadi filter atau penyaring agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi negatif yang sengaja dihembuskan di dunia maya.
Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Zainal Helmie yang turut hadir dalam silaturahmi tersebut menyambut baik kemitraan yang terjalin.
Dia mengungkapkan bahwa peran wartawan saat ini tidak hanya sekadar menulis, tapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Helmie membeberkan bahwa dalam waktu dekat, sekitar 200 wartawan, termasuk dirinya, akan mengikuti retreat bela negara di Kemenhan Rumpin, Bogor, pada 28 Januari mendatang.
“Ini keinginan Pak Prabowo agar wartawan punya wawasan kenegaraan. Nanti ada narasumber dari para menteri, termasuk Menteri Keuangan yang akan memaparkan perkembangan ekonomi nasional dan daerah,” katanya.







