PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Wacana Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada lewat DPRD hingga, Kamis (22/1/2026) masih hangat diperbincangkan.
Ir. Muhajirin, MP, Wakil Bupati Kapuas periode 2013-2018, memberikan pandangan mengenai plus-minus terkait Pilkada langsung atau lewat DPRD yang diwacanakan saat ini.
Ketua Komisi I DPRD Kalteng ini, memaparkan terkait sistem Pilkada langsung dan Pilkada lewat DPRD berdasarkan pengalamannya sebagai birokrat tulen dan politisi.
Menurut Muhajirin, pemilihan langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD memiliki karakteristik dan konsekuensi logis yang berbeda bagi tatanan sosial dan keamanan, Selasa (20/1).
Menurut dia, Pilkada langsung menjadi pesta rakyat, karena rakyat berpartisipasi aktif dalam menentukan calonnya.
“Pilkada langsung ini tentu bagi masyarakat sebagai bentuk keterlibatan nyata dalam menentukan nasib daerahnya,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Muhajirin, menilai, dalam pelaksanaan Pilkada langusng tersebut juga dirasakan hingga ke pelosok desa bukan hanya di perkotaan saja.
Ini, karena masyarakat memiliki andil besar dalam memenangkan atau menentukan figur calon yang akan di menangkannya.
Tentu lanjut Mantan Sekda Kabupaten Pulang Pisau ini, ada kepuasan batin tersendiri jika calon yang didukung menang.
Sebaliknya, jika kalah, masyarakat cenderung lebih legawa karena menyadari itu adalah murni pilihan rakyat tanpa perlu saling menyalahkan.
Muhajirin menekankan pentingnya realisasi janji kampanye seperti pembangunan sekolah, jalan maupun infrastruktur desa.
Ini, kata dia, merupakan bentuk tanggung jawab moral pemimpin terpilih kepada rakyat yang telah memilih atau mendukungnya.
Sebaliknya, kata dia, jika mekanisme Pilkada kembali ke legislatif maka ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan para politisi di tingkat nasional.
Ini, terutama kata dia, soal biaya pengamanan jika Pilkafa lewat DPRD jauh lebih murah dan terkendali, karena semua kegiatan terfokus di DPRD.
Karena representasi anggota dewan dianggap sebagai orang-orang pilihan yang memiliki kapasitas untuk menyeleksi pemimpin terbaik.







