DAVOS, KALIMANTANLIVE.COM – Penampilan Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, mendadak menjadi bahan perbincangan dunia. Kamera media menangkap jelas lebam mencolok di tangan kirinya, memicu spekulasi luas mengenai kondisi kesehatannya.
# Baca Juga :Tegas! Linkin Park Murka, Lagu Dipakai Donald Trump Tanpa Izin Lagi
# Baca Juga :Donald Trump Ngaku Fanboy Jackie Chan, Desak Rush Hour 4 Segera Dibikin Ulang
# Baca Juga :Mic Masih Hidup! Prabowo Ketahuan Ngobrol dengan Donald Trump soal Anak dan Bisnis? Ini Penjelasan Menlu RI!
# Baca Juga :Presiden Prabowo Terima Panggilan dari Donald Trump, Bahas Hubungan Bilateral
Menanggapi sorotan tersebut, Trump akhirnya angkat bicara. Di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, ia menjelaskan bahwa lebam itu muncul akibat tangannya terbentur meja saat mengikuti agenda penandatanganan dokumen di Davos. Namun, menurut pengakuannya, bekas benturan tersebut terlihat lebih parah karena kebiasaannya mengonsumsi aspirin setiap hari.
Trump secara terbuka mengakui dirinya mengonsumsi aspirin dalam dosis tinggi demi menjaga kesehatan jantung. Ia bahkan menyadari bahwa kebiasaan tersebut membuat tubuhnya lebih mudah mengalami lebam meski hanya terkena benturan ringan.
Ia juga mengungkapkan bahwa dokter kepresidenan sebenarnya tidak merekomendasikan konsumsi aspirin dengan dosis sebesar itu. Meski dinyatakan dalam kondisi sangat sehat, Trump memilih tetap mengonsumsi aspirin dosis tinggi karena tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan jantungnya.
Laporan media Amerika menyebutkan bahwa Trump mengonsumsi sekitar 325 miligram aspirin setiap hari. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dosis pencegahan yang umum direkomendasikan untuk serangan jantung atau stroke, yang biasanya berkisar di angka 81 miligram per hari.
Isu lebam di tangan Trump bukan kali pertama mencuat ke publik. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia sempat terlihat menggunakan riasan tebal hingga perban untuk menutupi bekas lebam di tangan kanannya. Kemunculan lebam baru di tangan kiri akhir tahun lalu kembali memicu spekulasi luas di kalangan publik dan media internasional.
Meski demikian, pihak Gedung Putih menegaskan tidak ada masalah kesehatan serius yang disembunyikan. Lebam tersebut dipastikan murni akibat benturan fisik dan diperparah oleh efek samping konsumsi aspirin dosis tinggi, bukan indikasi penyakit tertentu.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







