PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Kabar wafatnya Mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya Dr. Mofit Saptono Subagio, Rabu (21/1/2026)) juga menjadi duka bagi para petenis Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dunia olahraga, khususnya cabang tenis lapangan di Kota Cantik Palangka Raya merasa kehilangan sehingga para petenis saat ini tengah diselimuti rasa duka mendalam.
Betapa tidak, Mofit Saptono Subagio dikenal sebagai tokoh pembina olahraga tenis lapangan untuk pecinta olah raga tersebut, khususnya yang ada di Kota Palangka Raya.
Mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Dr. Mofit Saptono Subagio ini dikabarkan berpulang ke Rahmatullah, Rabu (21/1), pukul 07.30 WIB.
Orang nomor dua di Pemko Palangka Raya ini, menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang, Jakarta.
Dia dikenal sebagai sosok berintegritas dan berwibawa bukan hanya dikalangan pemerintahan dan akademisi saja termasuk di kalangan olahraga tenis lapangan.
Kepergian Dr. Mofit Saptono mengejutkan banyak pihak, mulai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengurus KONI, hingga berbagai komunitas lintas agama dan profesi.
Sebagai sosok yang bersahaja namun tegas, bagi kalangan petenis Mofit meninggalkan warisan disiplin dan integritas yang tinggi bagi masyarakat Palangka Raya.
Budiantoro, salah satu petenis senior sekaligus rekan sejawat almarhum, mengenang beliau sebagai pemimpin yang memiliki karisma luar biasa.
”Beliau tidak hanya sekadar memimpin, tapi menginspirasi, khususnya bagi pecinta olah raga tenis lapangan yang ada di Kota Palangka Raya,” ungkapnya, Kamis (22/1/2026).
Dikatakan dia, ada harapan almarhum agar setiap anggota komunitas benar-benar mengasah kemampuan, bukan sekadar menumpang nama, sehingga dimotivasi harus berlatih keras untuk meraih preatasi.
Menurut Budiantoro, dedikasi Dr Mofit Saptono Subagio terhadap olahraga tenis sangat besar. Ini terbukti,tercatat ada beberapa kontribusi nyata diantaranya,
Sebagai Ketua Tennis Kita Community (TKC) Kota Palangka Raya memimpin komunitas yang mewadahi sekitar 75 petenis dari berbagai latar belakang profesi.







