Tragedi ATR 42-500 di Bulusaraung, Jenazah Korban Terakhir Ditemukan di Jurang, Evakuasi Dikebut

MAKASSAR, KALIMANTANLIVE.COM – Operasi pencarian dan penyelamatan kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki tahap krusial. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban kesepuluh yang selama ini dinyatakan hilang, berada di area jurang pegunungan dengan medan ekstrem.

Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa korban terakhir telah ditemukan dan saat ini tengah dipersiapkan untuk proses evakuasi ke titik aman. Tim SAR menargetkan seluruh jenazah dapat dievakuasi secepatnya agar segera diserahkan ke tim identifikasi.

# Baca Juga :Daftar Lengkap Temuan Barang Pribadi Korban Kecelakaan ATR 42-500, Milik Kopilot hingga Pegawai KKP

# Baca Juga :Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Masuk Tahap Krusial, SAR Siapkan Skenario Helikopter dan Pendakian

# Baca Juga :30 Jam Bertaruh Nyawa, Tim SAR Evakuasi Jenazah Korban Pesawat ATR di Tebing Gunung Bulusaraung

# Baca Juga :Karhutla Meluas dan Dekati Permukiman, Kubu Raya Masuk Status Siaga Darurat

Sebelumnya, tim gabungan telah menemukan enam jenazah di lereng Gunung Bulusaraung. Dari jumlah tersebut, satu jenazah lebih dulu dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar, disusul dua jenazah lainnya yang tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, pada Jumat pagi. Sementara itu, tiga jenazah lain telah disiapkan untuk pengangkutan lanjutan.

Basarnas menyatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan personel. Medan terjal, jurang curam, serta kondisi alam yang sulit menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, tim optimistis seluruh proses dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menjelaskan bahwa lokasi penemuan jenazah terakhir berada di area coakan tebing yang berfungsi sebagai jalur aliran air saat hujan. Kondisi tersebut mengharuskan penggunaan teknik khusus dan kehati-hatian ekstra dalam proses evakuasi.