WASHINGTON, KALIMANTANLIVE.COM – Gelombang kepanikan melanda Amerika Serikat jelang datangnya badai musim dingin besar yang diperkirakan berdampak pada lebih dari 160 juta penduduk. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu panic buying secara masif, membuat rak-rak toko bahan makanan di berbagai wilayah nyaris kosong.
Badai musim dingin berdurasi panjang tersebut diperkirakan membawa salju lebat, hujan es, serta suhu ekstrem mulai Jumat hingga Senin (26/1/2026). Informasi ini disampaikan Pusat Prediksi Cuaca (WPC) dari Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS).
# Baca Juga :Harga Emas Terbang Tinggi Awal 2026, Cetak Rekor Baru, Lebih Untung Emas Fisik atau Emas Kertas? Ini Penjelasan Ahli
# Baca Juga :Jepang Siapkan Kereta Tercepat di Dunia, Kecepatan Tembus 600 Km Per Jam, Tokyo–Nagoya Cuma 40 Menit
# Baca Juga :Gabung Militer AS, Kezia Syifa Wajib Lepas Status Tentara Jika Ingin Kembali Jadi WNI, Ini Penjelasan Pakar Hukum
Laporan Newsweek, Jumat (23/1/2026), menyebutkan kepanikan warga terlihat jelas di pusat-pusat perbelanjaan. Sejumlah bahan pokok seperti telur, daging, roti, hingga perlengkapan musim dingin ludes diborong warga.
“Kekacauan total di Walmart. Rak telur, sosis, daging, dan roti sudah kosong. Pakaian musim dingin juga hampir habis,” tulis seorang pengguna media sosial X bernama McBay.
Ia menambahkan, kelangkaan tak hanya terjadi pada makanan. “Propana di kota sudah habis, pilihan untuk memasak semakin terbatas,” ungkapnya.
Situasi serupa juga terjadi di Texas. Akun X Dallas Texas TV mengunggah video yang memperlihatkan rak telur dan susu di sebuah toko HEB tampak hampir kosong, diduga akibat lonjakan pembelian warga.
Menurut WPC, badai musim dingin ini berpotensi menurunkan salju tebal mulai dari Pegunungan Rocky bagian selatan, kawasan Plains, Mid-Atlantic, hingga wilayah Northeast. Beberapa daerah di Lembah Ohio, Mid-Atlantic, dan Northeast bahkan diprediksi akan diguyur salju lebih dari satu kaki, yang berisiko besar mengganggu perjalanan dan aktivitas publik.
Selain salju, WPC juga memperingatkan adanya penumpukan es luas di wilayah dataran selatan, lembah Mississippi bagian bawah, lembah Tennessee, kawasan tenggara, hingga Virginia selatan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi infrastruktur dan keselamatan warga.







