BANDUNG BARAT, KALIMANTANLIVE.COM — Bencana longsor dahsyat mengguncang kawasan permukiman warga di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam setelah lima orang ditemukan meninggal dunia dan puluhan warga lainnya diduga masih tertimbun material longsoran.
Data sementara menyebutkan, sebanyak 89 warga hingga kini belum ditemukan dan kuat dugaan masih terperangkap di bawah timbunan tanah, bebatuan, serta material kayu yang terbawa longsor dari lereng gunung di sekitar lokasi.
# Baca Juga :Badai Musim Dingin Raksasa Hantam Amerika Serikat, 160 Juta Warga Terancam, Panic Buying Pecah, Rak Toko Kosong Total
# Baca Juga :Harga Emas Terbang Tinggi Awal 2026, Cetak Rekor Baru, Lebih Untung Emas Fisik atau Emas Kertas? Ini Penjelasan Ahli
# Baca Juga :Jepang Siapkan Kereta Tercepat di Dunia, Kecepatan Tembus 600 Km Per Jam, Tokyo–Nagoya Cuma 40 Menit
Longsor yang disertai aliran air deras tersebut juga meluluhlantakkan sedikitnya 20 rumah warga di RT 05 RW 11 Kampung Babakan. Dari puluhan rumah itu, hanya satu unit yang dilaporkan masih berdiri, sementara sisanya nyaris rata tertutup longsoran.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengungkapkan bahwa informasi korban diperoleh dari laporan Linmas dan aparat pemerintah desa setempat.
“Data sementara yang kami terima, lima orang sudah dipastikan meninggal dunia. Sementara 89 warga lainnya masih belum ditemukan dan diduga tertimbun material longsor,” ujar Asep saat meninjau langsung lokasi bencana.
Medan Ekstrem Hambat Evakuasi
Proses pencarian dan evakuasi korban berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang. Material longsor menutup hampir seluruh area permukiman, membuat akses alat berat terbatas. Medan yang curam, licin, dan rawan longsor susulan menjadi kendala utama bagi tim penyelamat.
Meski demikian, tim gabungan BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, serta relawan terus bekerja tanpa henti melakukan pencarian korban.
“Tim SAR masih berjibaku di lapangan. Kami berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” kata Asep.







