Pemkab Tabalong Terus Upayakan Atasi Stunting, Bupati H Fani Sebut Kolaborasi Jadi Kunci

Ia juga turut sangat prihatin melihat data tren hasil kinerja Pemkab Tabalong dalam percepatan penurunan stunting dari tahun ke tahun.

Berdasarkan hasil kinerja daerah dalam percepatan penurunan stunting tingkat Kalimantan Selatan, bahwa Tabalong pada 2020 berada di peringkat ketujuh.

Lalu pada 2021 menduduki posisi pertama dan menjadi lokus stunting, 2022 peringkat kedua, 2023 peringkat pertama, 2024 peringkat 3 serta 2025 peringkat 10.

“Ini tantangan bagi kita (internal Pemkab). Oleh karena itu, saya sudah perintahkan aktifkan kembali orang tua asuh,” ungkapnya.

Ia pun meminta, jajaran Pemkab Tabalong untuk menyusun strategi percepatan penurunan stunting dengan deteksi dini melalui program homecare hingga perluasan penerima layanan.

“Sebelumnya tiga kategori saja, pertama penyandang stroke, lansia dan disabilitas. Jadi ditambahkan lagi untuk balita dan ibu hamil,” mintanya.

Kalimantanlive.com/ A Hidayat