SEMARANG, KALIMANTANLIVE.COM – Polda Jawa Tengah membongkar praktik pengoplosan gas elpiji subsidi berskala besar yang beroperasi di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Dalam kurun waktu hanya dua bulan, sindikat ini diduga mengantongi keuntungan hingga Rp 10 miliar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, mengungkapkan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya penyalahgunaan elpiji bersubsidi.
# Baca Juga :Komisi III DPRD Kalsel Cari Solusi Pendisitribusian Gas Elpiji 3 Kg ke Kementerian ESDM
# Baca Juga :Terbongkar! Gas Elpiji Subsidi Disulap Jadi 12 Kg di Cikarang, Tiga Pelaku Diciduk Polisi
# Baca Juga :Gila! Negara Rugi Rp100 Triliun Gara-Gara Beras Oplosan, Prabowo Murka: Kita Setengah Mati Cari Uang!
# Baca Juga :Sindikat Oplos Elpiji di Bali Raup Miliaran Rupiah, Polisi Bongkar Modus Licik!
“Hasil pengungkapan ini, kami mengamankan empat tersangka, masing-masing berinisial TDS, YK, PM, dan FZ, dengan peran berbeda-beda dalam jaringan tersebut,” kata Djoko, Sabtu (24/1/2026).
Gas Subsidi Disuntik Jadi Nonsubsidi
Djoko menjelaskan, sindikat ini menjalankan aksinya secara sistematis dengan membagi tugas secara rapi, mulai dari pengadaan elpiji 3 kilogram, proses pemindahan isi gas, hingga penjualan elpiji nonsubsidi hasil oplosan.
Aktivitas ilegal tersebut terungkap berlangsung di tiga lokasi, yakni:
Rumah sekaligus gudang di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang
Rumah di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang
Gudang di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
“Setiap tersangka memiliki peran, ada yang bertugas mengumpulkan gas subsidi, melakukan pemindahan isi, hingga mendistribusikan elpiji hasil suntikan ke pasaran,” jelas Djoko.
Ribuan Tabung Gas Disita Polisi
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita 2.178 tabung gas elpiji, dengan rincian:
1.780 tabung elpiji 3 kg
138 tabung elpiji 5,5 kg
220 tabung elpiji 12 kg
40 tabung elpiji 50 kg
Selain itu, aparat juga mengamankan puluhan alat suntik gas, selang dan pipa besi hasil modifikasi, timbangan, lemari pendingin, serta satu unit mobil pikap yang digunakan untuk operasional sindikat.
Rugikan Warga Kecil, Harga Gas Melonjak
Djoko menegaskan, praktik pengoplosan elpiji ini sangat merugikan masyarakat, terutama warga kurang mampu yang menjadi sasaran utama gas bersubsidi.
Akibat ulah sindikat tersebut, pasokan elpiji 3 kg menjadi langka, sementara masyarakat terpaksa membeli gas dengan harga lebih mahal.










