MELBUORNE, KALIMANTANLIVE.COM – Bunga bangkai endemik Indonesia, titan arum (Amorphophallus titanum), kembali menyita perhatian dunia setelah mekar di Kebun Raya Adelaide, Australia, sejak Jumat (23/1/2026). Fenomena langka ini membuat ribuan pengunjung rela mengantre berjam-jam demi menyaksikan langsung bunga raksasa beraroma khas tersebut.
Salah satu pengunjung, Ethan, warga asal Melbourne, mengaku mengantre hingga 2,5 jam pada Sabtu (24/1/2026), meskipun cuaca di Adelaide sedang panas ekstrem. Suhu bahkan diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius, disertai kondisi kering dan berangin.
#baca juga:Kapal Feri Tenggelam di Filipina, 8 Orang Tewas dan Ratusan Penumpang Masih Dievakuasi
#baca juga:Komentar Donald Trump Picu Amarah Inggris, Dinilai Hina Pengorbanan Tentara NATO di Afghanistan
#baca juga:Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru di Atas US$5.000, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman
Menurut Ethan, pengalaman menunggu lama tersebut sepadan. Ia menggambarkan aroma bunga bangkai seperti bau bangkai hewan di jalan, meski tidak sekuat yang ia bayangkan.
“Tentu saja sangat sepadan. Ini kejadian yang sangat langka dan hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya, dikutip dari ABC.
Hal serupa dirasakan kakak-beradik Ezra dan Lee, yang datang bersama ibunya. Mereka rela mengantre berjam-jam setelah pihak kebun raya mengingatkan bahwa waktu tunggu bisa mencapai tiga jam.
Jam Kunjungan Diatur Ketat
Pihak Kebun Raya Adelaide membuka Konservatorium Bicentennial secara gratis untuk umum pada Jumat pukul 19.00 hingga tengah malam, serta Sabtu pukul 07.30 pagi hingga siang dan 19.00 hingga tengah malam.
Di luar jam tersebut, kunjungan ditutup demi keselamatan pengunjung dari cuaca panas ekstrem. Pengunjung masih diperbolehkan datang pada Minggu (25/1/2026) pukul 10.00–14.00, meskipun bunga bangkai sudah mulai layu dan tidak lagi mengeluarkan bau menyengat.
Mengapa Bunga Bangkai Begitu Diburu?
Kurator Hortikultura Kebun Raya dan Herbarium Negara Bagian Australia Selatan, Matt Coulter, menjelaskan bahwa mekarnya bunga bangkai memang selalu menarik perhatian besar karena siklus mekarnya yang sangat jarang.
“Tanaman ini bisa tumbuh selama 10 tahun tanpa berbunga. Saat berbunga, hanya memiliki satu malam untuk diserbuki,” jelas Coulter.
“Jika gagal diserbuki malam itu, bisa membutuhkan dua hingga lima tahun sebelum kembali mekar,” tambahnya.
Bunga bangkai yang dijuluki “Smellanie” ini tercatat hanya mekar dua kali sepanjang hidupnya. Tanaman tersebut kini berusia 20 tahun, dan sebelumnya mekar pada 2021.
Saat ini, Smellanie menjulang setinggi 2,13 meter. Dalam waktu sekitar dua minggu, tanaman ini tumbuh hingga 1,2 meter, sebuah proses pertumbuhan yang dinilai luar biasa oleh para ahli.










