Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru di Atas US$5.000, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman

KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Senin (26/1/2026). Logam mulia tersebut melonjak menembus level US$5.000 per ons, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong investor memburu aset lindung nilai.

Harga emas spot tercatat naik 0,85 persen menjadi US$5.024,95 per ons pada pukul 23.41 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari menguat 0,91 persen ke level US$5.024,60 per ons.

#baca juga:Duka di Cisarua! Dua Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI Saat Tangani Longsor, Langsung Naik Pangkat

#baca juga:Daftar Harga Mobil BYD Terbaru Januari 2026, Termurah Mulai Rp199 Juta

#baca juga:Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia, Ferdy Tahier: Selamat Jalan Sahabat

#baca juga:Mobil dan Motor Dipasangi Hang Tag karena Nunggak Pajak? Ini Penjelasan dan Langkah yang Harus Dilakukan

Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs Rp16.700 per dolar AS, harga emas dunia kini setara sekitar Rp83,5 juta per ons.

Emas Melonjak Tajam Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak hingga 64 persen, ditopang oleh kombinasi permintaan aset safe haven, pelonggaran kebijakan moneter AS, serta pembelian agresif bank-bank sentral dunia.

China tercatat telah memperpanjang aksi beli emasnya selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember. Sementara sejak awal 2026, harga emas telah naik lebih dari 16 persen.

“Kami memperkirakan masih ada potensi kenaikan lanjutan. Proyeksi kami saat ini menunjukkan harga emas bisa mencapai puncak sekitar US$5.500 per ons pada akhir tahun ini,” ujar Direktur Metals Focus, Philip Newman, dikutip dari Reuters, Senin.

Newman menambahkan bahwa koreksi harga sesekali kemungkinan terjadi seiring aksi ambil untung investor. Namun, penurunan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena kembali disambut minat beli yang kuat.

Geopolitik Jadi Pendorong Utama

Kenaikan harga emas tahun ini turut dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland, yang memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas geopolitik dan keuangan global.

Di sisi lain, konflik Rusia–Ukraina juga belum menunjukkan tanda mereda. Ukraina dan Rusia mengakhiri hari kedua perundingan yang dimediasi AS di Abu Dhabi tanpa kesepakatan. Pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung akhir pekan depan.

Serangan udara Rusia terbaru bahkan menyebabkan lebih dari satu juta warga Ukraina kehilangan pasokan listrik, di tengah suhu ekstrem di bawah nol derajat.

Ketidakpastian semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif 100 persen terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Trump juga memperingatkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahwa kebijakan tersebut dapat membahayakan ekonomi Kanada.

Proyeksi Harga Emas Makin Tinggi

Analis independen Ross Norman memperkirakan tren bullish emas masih jauh dari selesai.

“Kami memperkirakan harga emas tahun ini bisa mencapai US$6.400 per ons, dengan rata-rata sekitar US$5.375 per ons,” ujarnya.