Kakorlantas Gelar Operasi Keselamatan 2026 Jelang Mudik Lebaran, Balap Liar hingga Bus Travel Jadi Sasaran

KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Keselamatan 2026 sebagai langkah cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat atau arus mudik Lebaran 2026. Operasi ini difokuskan untuk menekan angka kecelakaan serta meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam operasi yang rencananya dimulai awal Februari 2026 dan berlangsung selama dua pekan.

#baca juga:Fakta Mengejutkan! Operasi Patuh 2025 Tak Sentuh Truk ODOL, Ini Alasan Resminya dari Korlantas!

#baca juga:Puncak Arus Balik Lebaran 2024 Diprediksi pada Sabtu, Minggu dan Senin, Kakorlantas: Pulang Lebih Awal

#baca juga:Kapolri Resmi Lantik Kapolda Kalsel, Kakorlantas, Kadensus 88, Berikut Daftar Pati Polri yang Baru

#baca juga:Korlantas Gelar Operasi Patuh pada 10-23 Juli 2023, Kombes Eddy: Hindari Kegiatan Kontraproduktif

“Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kami diarahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua,” ujar Irjen Agus dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Balap Liar hingga Angkutan Umum Jadi Fokus Penindakan

Sebagai bagian dari persiapan menuju Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri juga menaruh perhatian serius pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya.

Salah satu sasaran utama adalah aksi balap liar yang kerap meresahkan warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point,” jelas Irjen Agus.

Pemeriksaan tersebut meliputi uji kelaikan kendaraan (ram check) serta pengecekan kondisi kesehatan dan kesiapan pengemudi, guna memastikan keselamatan sebelum memasuki puncak arus mudik Lebaran.

Penegakan Hukum Digital dengan ETLE dan Drone

Irjen Agus menambahkan, seluruh rangkaian Operasi Keselamatan 2026 didukung oleh sistem penegakan hukum berbasis teknologi. Korlantas Polri akan mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi.

“Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data, sehingga lebih objektif, akuntabel, dan minim interaksi langsung. Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan lalu lintas kini semakin presisi, luas, dan responsif,” ujarnya.

Menurutnya, ETLE tidak hanya berfungsi sebagai alat penindakan pelanggaran, tetapi juga sebagai instrumen edukasi untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi melindungi keselamatan jiwa masyarakat.

Tegas namun Humanis

Meski mengedepankan penegakan hukum digital, Irjen Agus mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan Polantas harus dirasakan sebagai perlindungan, bukan ancaman. Komitmen kami adalah menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan dengan pendekatan tegas namun humanis,” tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan prinsip pelayanan Korlantas Polri di tahun 2026, ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama’.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI