Kapal Feri Tenggelam di Filipina, 8 Orang Tewas dan Ratusan Penumpang Masih Dievakuasi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi laut kembali terjadi di Filipina. Sebuah kapal feri yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di perairan selatan Filipina pada Senin (26/1/2026). Insiden ini menewaskan sedikitnya delapan orang, sementara ratusan penumpang lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim penyelamat.

Kapal feri bernama M/V Trisha Kerstin 3 dilaporkan membawa 342 penumpang saat mengalami kecelakaan di perairan sekitar Provinsi Basilan. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Basilan, Arsina Laja Kahing-Nanoh, melalui unggahan di akun Facebook resminya.

#baca juga:Komentar Donald Trump Picu Amarah Inggris, Dinilai Hina Pengorbanan Tentara NATO di Afghanistan

#baca juga:Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru di Atas US$5.000, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman

#baca juga:Mobil dan Motor Dipasangi Hang Tag karena Nunggak Pajak? Ini Penjelasan dan Langkah yang Harus Dilakukan

#baca juga:Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia, Ferdy Tahier: Selamat Jalan Sahabat

“Delapan korban tewas telah terkonfirmasi,” tulis Kahing-Nanoh.

Ratusan Orang Dievakuasi dari Laut

Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga Senin siang. Petugas tanggap darurat Basilan, Ronalyn Perez, mengatakan kepada AFP bahwa sejauh ini sedikitnya 138 orang berhasil diselamatkan dari laut.

“Tantangan terbesar adalah jumlah pasien yang terus berdatangan. Saat ini kami mengalami kekurangan staf,” ujar Perez, menggambarkan kondisi darurat yang dihadapi petugas medis di lapangan.

Ia menambahkan, 18 korban selamat telah dilarikan ke salah satu rumah sakit lokal untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapal Menuju Rute Padat Penumpang

Menurut keterangan Perez, kapal feri tersebut tengah berlayar dari Zamboanga City menuju Pulau Jolo saat insiden terjadi. Rute ini dikenal sebagai jalur laut padat di kawasan selatan Filipina dan menjadi akses utama mobilitas warga antarpulau.

Sementara itu, Philippine Coast Guard menyatakan telah melakukan koordinasi aktif untuk membantu stasiun penjaga pantai di wilayah Mindanao selatan dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Evakuasi Hadapi Banyak Kendala

Proses evakuasi disebut menghadapi berbagai kendala, mulai dari jumlah penumpang yang sangat besar hingga keterbatasan tenaga medis di daerah tersebut. Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan pihak berwenang.