Komentar Donald Trump Picu Amarah Inggris, Dinilai Hina Pengorbanan Tentara NATO di Afghanistan

KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Inggris meluapkan kemarahan atas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dinilai meremehkan peran tentara NATO, khususnya Inggris, dalam perang Afghanistan. Komentar Trump tersebut memicu kecaman luas karena dianggap mengabaikan pengorbanan ratusan tentara Inggris yang gugur di medan perang.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Kamis (22/1/2026). Dalam wawancara tersebut, Trump menyebut bahwa tentara NATO tidak berada di garis depan pertempuran di Afghanistan.

#baca juga:Daftar Harga Mobil BYD Terbaru Januari 2026, Termurah Mulai Rp199 Juta

#baca juga:Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia, Ferdy Tahier: Selamat Jalan Sahabat

#baca juga:Mobil dan Motor Dipasangi Hang Tag karena Nunggak Pajak? Ini Penjelasan dan Langkah yang Harus Dilakukan

#baca juga:Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru di Atas US$5.000, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman

“Mereka akan mengatakan mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan. Dan memang benar, mereka agak di belakang, sedikit di luar garis depan,” kata Trump, dikutip dari AFP, Sabtu (24/1/2026).

Trump juga kembali mengulang klaim lamanya bahwa NATO tidak akan membantu Amerika Serikat jika diminta, pernyataan yang kembali menuai kontroversi di kalangan sekutu AS.

Padahal, fakta sejarah mencatat bahwa setelah serangan teror 11 September 2001, Inggris dan sejumlah negara sekutu NATO bergabung dengan Amerika Serikat dalam operasi militer di Afghanistan, menyusul diaktifkannya Pasal 5 NATO tentang pertahanan kolektif.

Selama konflik tersebut, 457 tentara Inggris tewas, bersama ribuan personel militer dari negara sekutu lainnya seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Denmark.

Reaksi Keras Pemerintah Inggris

Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Kesehatan Inggris Stephen Kinnock menyatakan keyakinannya bahwa Perdana Menteri Keir Starmer akan langsung mengangkat isu tersebut dalam pembicaraan dengan Trump.

“Saya yakin Perdana Menteri akan membahas masalah ini dengan presiden. Ia sangat bangga dengan angkatan bersenjata kita dan akan menjelaskan fakta tersebut secara langsung,” ujar Kinnock kepada Radio LBC.

Kinnock juga menegaskan bahwa komentar Trump “jelas salah” dan “sangat mengecewakan”. Ia menekankan bahwa satu-satunya aktivasi Pasal 5 NATO dalam sejarah justru dilakukan untuk membantu Amerika Serikat pasca-11 September.

“Apa yang dia katakan tidak masuk akal. Banyak tentara Inggris dan sekutu NATO Eropa lainnya mengorbankan nyawa mereka demi mendukung misi yang dipimpin Amerika di Afghanistan dan Irak,” katanya kepada Sky News.

Dinilai sebagai Penghinaan

Kritik lebih keras datang dari Emily Thornberry, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Inggris. Ia menyebut komentar Trump bukan sekadar kesalahan, melainkan penghinaan serius.