BANDUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana longsor melanda Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menimbun puluhan rumah warga dan menyebabkan 23 anggota Korps Marinir TNI AL dilaporkan menjadi korban.
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan.
# Baca Juga :WADUH! Sudah 4 Manajer Top Menjadi Korban Michael Carrick Bersama Manchester United
# Baca Juga :Fraksi-Fraksi DPR Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Tolak Jadi Kementerian
# Baca Juga :Ungkap Penyebabnya, Puslabfor Banjarmasin Turun Selidiki Kebakaran Pasar Kasongan Katingan
# Baca Juga :VIRAL! Kontrakan Dipenuhi Gunungan Sampah, Penyewa Kabur dan Tak Bayar Sewa 6 Bulan
Berikut empat fakta utama longsor Cisarua Bandung Barat yang menimpa warga dan prajurit Marinir:
1. 23 Anggota Marinir Dilaporkan Tertimbun
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan adanya 23 anggota Marinir TNI AL yang tertimbun longsor di Cisarua.
“Saya menyampaikan terkait kejadian bencana alam di Jawa Barat. Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor,” ujar Muhammad Ali usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
2. Empat Jenazah Marinir Ditemukan
Dari 23 personel Marinir yang tertimbun, empat orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara korban lainnya masih dalam proses pencarian.
“Saat ini baru ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia. Yang lainnya masih belum ditemukan dan terus dilakukan upaya pencarian,” kata Muhammad Ali.
3. Prajurit Berada di Cisarua untuk Latihan
KSAL menjelaskan, para prajurit Marinir tersebut berada di Cisarua dalam rangka latihan pratugas. Mereka dipersiapkan untuk menjalankan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini (PNG).
“Anggota Marinir tersebut sedang melaksanakan latihan pratugas untuk penugasan pengamanan perbatasan RI-PNG, dan latihan dilaksanakan di wilayah itu,” jelasnya.







