Paling rendah ada di Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Batola. DO air di wilayah tersebut hanya 0,15. Lalu DO di perairan Sungai Barito yang berada di bawah kawasan Jembatan Rumpiang berjumlah 3,14.
Sedangkan untuk Potential of Hydrogen (PH) atau tingkat keasaman sudah normal dalam jumlah yang bisa ditolerir, yaitu rata-rata di atas 6.
“Masalah ini perlu kami kaji lagi. Saat ini kami masih menguji sampel air dari sejumlah titik lain. Jika sudah rampung semua datanya nanti akan kami rapatkan antar SKPD terkait untuk menyimpulkan tindakan apa yang harus dilakukan,” kata Kepala DLH Batola, Abdi Maulana.
Kalimantanlive.com
Frans







