VIRAL! Kontrakan Dipenuhi Gunungan Sampah, Penyewa Kabur dan Tak Bayar Sewa 6 Bulan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah rumah kontrakan mendadak viral di media sosial. Bukan karena desainnya yang estetik atau harga sewanya yang murah, melainkan karena kondisi rumah tersebut dipenuhi gunungan sampah dan ditinggalkan penyewanya begitu saja.

Dilansir dari New Strait Times, Senin (26/1/2026), seorang pemilik rumah di Malaysia dibuat terkejut setelah mendapati rumah kontrakannya berubah menjadi mirip tempat pembuangan sampah. Rumah tersebut diketahui berada di Puncak Alam, Selangor.

# Baca Juga :Samsung Rilis Galaxy Z Flip7 Olympic Edition untuk Olimpiade Milano Cortina 2026

# Baca Juga :Bisik-Bisik Kudeta di Balik Pemecatan Jenderal Top China oleh Xi Jinping

# Baca Juga :Ribuan Buruh Akan Demo ke Istana Presiden dan Kantor YouTube Indonesia Besok

# Baca Juga :Dro Fernandez Resmi Tinggalkan Barcelona, Sah Bergabung dengan PSG hingga 2030

Pemilik rumah bernama Nik Zai Md Noor membagikan kisah pilu itu melalui grup Facebook Rumah/Bilik Sewa Puncak Alam. Unggahannya langsung menyita perhatian warganet.

Rumah Dipenuhi Sampah dan Bau Busuk

Dalam foto-foto yang diunggah, kondisi rumah tampak sangat memprihatinkan. Sampah plastik, botol bekas, kantong sampah, hingga bungkus makanan berserakan di lantai dan menggunung di sudut ruangan.

Sebuah kasur terlihat sangat kotor dan tidak layak pakai. Cat tembok memudar, jendela rusak, dinding dipenuhi jaring laba-laba, dan debu menempel di hampir seluruh sudut rumah. Kipas angin bahkan tampak menghitam karena tidak pernah dibersihkan.

“Jangan sewakan rumah kepada pria ini,” tulis Nik Zai dalam unggahannya.

Tak hanya sampah, rumah tersebut juga dipenuhi kotoran kucing dan sisa makanan busuk yang menimbulkan bau menyengat.

“Dia benar-benar menghancurkan rumah saya. Salah satu ruangan penuh kotoran kucing dan makanan busuk,” tulis Nik Zai dengan nada kecewa.

Penyewa Kabur, Tunggak Sewa dan Tagihan 6 Bulan

Masalah tak berhenti di situ. Nik Zai mengungkapkan bahwa penyewa tersebut menunggak pembayaran sewa selama enam bulan. Tak hanya itu, tagihan listrik dan air juga tidak dibayar selama periode yang sama.

“Dia tidak membayar sewa, listrik, maupun air selama setengah tahun, lalu menghilang dan meninggalkan semua kekacauan ini,” tulisnya.

Kasus ini pun memantik beragam reaksi dari warganet.

Diduga Alami Gangguan Menimbun Barang

Sejumlah netizen menduga penyewa tersebut mengalami hoarding disorder atau gangguan menimbun barang. Kondisi ini merupakan gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang kesulitan membuang barang, meski sudah tidak berguna.

Psikolog klinis Veronica Adesla menjelaskan bahwa hoarding disorder dapat membuat tempat tinggal menjadi tidak layak huni dan berbahaya.

“Kesulitan membuang barang menyebabkan penumpukan yang memakan banyak ruang, membuat rumah kacau, tidak layak dihuni, bahkan membahayakan penghuninya,” ujarnya dalam keterangan sebelumnya.