OJK Pastikan Sinergi Tetap Terjaga Meski Deputi Gubernur BI Berganti

JAKARTA, Kalimantanlive.com — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memastikan koordinasi dan sinergi antara OJK dan Bank Indonesia (BI) tetap terjaga meski terjadi pergantian posisi Deputi Gubernur BI.

Mahendra menegaskan, secara kelembagaan OJK dan BI terus menjalin koordinasi erat, khususnya dalam pengawasan sektor perbankan. Ia optimistis kerja sama yang telah terbangun selama ini tidak akan terganggu oleh perubahan struktural di BI.

BACA JUGA: OJK Perkirakan Penurunan Jumlah ATM Terus Berlanjut Seiring Digitalisasi Perbankan

“Kami berharap sinergi yang sudah terjalin baik dapat terus ditingkatkan. Tidak ada kekhawatiran terkait hal tersebut,” ujar Mahendra di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Penetapan tersebut disetujui DPR RI dalam rapat paripurna untuk masa jabatan 2026–2031.

Mahendra mengakui hingga kini OJK belum menerima informasi terkait pembagian tugas Thomas di BI. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Dewan Gubernur BI.

Terkait mundurnya Juda Agung, Mahendra menjelaskan bahwa yang bersangkutan juga tidak lagi menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK ex-officio dari BI. OJK saat ini menunggu penunjukan ex-officio baru dari Bank Indonesia.

Sementara itu, Thomas Djiwandono menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, khususnya pada pengelolaan likuiditas dan suku bunga, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber: Antaranews