Pemerintah Singapura Turut Perhatian
Kabar penutupan Warong Nasi Pariaman juga menarik perhatian pemerintah Singapura.
Menteri Negara Urusan Muslim, Faishal Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia telah mengunjungi keluarga pemilik restoran pada 20 Januari 2026.
Ia menyatakan telah meminta sejumlah lembaga pemerintah untuk menjajaki kemungkinan bantuan dan memahami langkah apa yang dapat dilakukan ke depan.
“Nilai kedai seperti Pariaman sungguh tak ternilai dalam masyarakat kita,” ujar Faishal dalam unggahan Facebook-nya.
“Makanan mereka telah menjadi bagian dari momen kebersamaan dan kenangan banyak warga Singapura selama puluhan tahun,” tambahnya.
Warisan Kuliner Sejak 1948
Berlokasi di 738 North Bridge Road, tak jauh dari Masjid Sultan, Warong Nasi Pariaman berdiri sejak 1948 dan dikelola turun-temurun oleh satu keluarga.
Bagi banyak pelanggan, warung ini bukan sekadar tempat makan, melainkan penjaga rasa, identitas, dan sejarah komunitas Melayu–Minangkabau di Singapura.
Sejak kabar penutupan beredar, media sosial dibanjiri ucapan terima kasih, kenangan masa kecil, hingga harapan agar Warong Nasi Pariaman suatu hari nanti bisa kembali hadir dalam bentuk baru.
Sebuah legenda mungkin berhenti beroperasi, tetapi jejak rasanya akan terus hidup.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI










