BANJARMASIN, Kalimantanlive.com — Persoalan banjir yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menjadi sorotan.
Curah hujan tinggi yang tidak diimbangi dengan sistem drainase serta pengelolaan lingkungan yang optimal kerap menyebabkan genangan air, merendam permukiman warga dan fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.
BACA JUGA: Alpiya Rakhman Tegaskan Komitmen DPRD Kalsel Dukung Pembangunan Desa Al Kautsar
Kondisi tersebut mendorong Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) menggelar aksi damai dan menyampaikan aspirasi ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (29/1/2026) pagi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan banjir yang dinilai masih menjadi masalah berulang dari tahun ke tahun.
Aspirasi massa aksi diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, didampingi Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono, serta Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini.
Dalam pertemuan tersebut, H. Kartoyo menegaskan bahwa persoalan banjir merupakan isu serius yang telah menjadi perhatian DPRD Kalsel.
“Terkait banjir, ketua DPRD sudah beberapa kali menggelar rapat bersama dinas terkait untuk membahas langkah-langkah penanganannya,” ujar Kartoyo.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono, menekankan pentingnya peran wakil rakyat dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, penyampaian keluhan secara langsung merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihargai.







