PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Kasus DBD atau Demam Berdarah yang terjadi di Kota Palangka Raya cukup banyak yakni hingga mencapai 16 kasus,
Hal itu diungkapkan Kadis Kesehatan Kota Palangka Raya, H Riduan, saat menggelar konferensi pers di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya belum lama tadi.
Dikatakan dia, dari 16 kasus tersebut ada 6 dengue dan ada 10 DBD dari jumlah tersebut ada delapan titik lokasi warga yang terserang.
“Itu ada di Mendawai, Kinibalu dan lainnya, namun semua itu sudah bisa diatasi oleh petugas, karena jika dibandingkan tahun 2024 mencapai ratusan jauh lebih banya,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, sebanyak 16 kasus yang sudah ditangani tersebut semuanya sudah sembuh. “Sehingga saat ini semua pasien sudah bisa diatasi,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, ada strategi yang dilakukan dalam penanganan DBD tersebut yakni, ketiak ada kejadian langsung dilakukan pemeriksaan etimologi.
Berlanjut kata dia, pada pembersihan beberapa titik lokasi. ” Karena ada kasus DBD sehingg kami langsung melakukan pembasmian nyamuk dan fogging di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, maraknya kasus demam berdarah dengue yang terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan Anggota DPRD Kota Palangka Raya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menyebutkan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, saat ini terdapat 16 kasus DBD.
“Dinas Kesehatan menginformasikan sudah ada 16 kasus. Nah, data ini harus ditelusuri dan dipastikan,” terang kader partai Golkar ini.
Dikatakan dia, bisa saja penderita DBD berasal dari luar daerah, namun baru menunjukkan gejala berat saat berada di Kota Palangka Raya.
“ Harus ditelisik lagi, kasus itu muncul dari mana? Bisa saja orang dari luar masuk ke sini dalam kondisi sudah terjangkit,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, bila kasus tersebut benar berasal dari warga Kota Palangka Raya, tentu harus segera diambil langkah cepat.
Bukan hanya itu, kata dia, ini termasuk melakukan isolasi wilayah atau penanganan di lokasi yang ditemukan kasus.
Hasan Basyairi meminta instansi terkait di Pemko Palangka Raya tetap memberi perhatian serius untuk menekan angka kasus DBD tersebut.







