JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Film animasi Papa Zola The Movie mencatatkan pencapaian spektakuler dengan menembus 4 juta penonton di kawasan Asia Tenggara. Kesuksesan ini menegaskan posisi Papa Zola sebagai salah satu film animasi paling diminati di regional sepanjang tahun 2026.
Tak hanya berjaya di negara asalnya, Malaysia, Papa Zola The Movie juga mendapat sambutan hangat di berbagai negara tetangga. Di Indonesia, film ini telah berhasil menarik lebih dari 200.000 penonton, sebuah angka yang menunjukkan antusiasme tinggi penikmat film animasi Tanah Air.
# Baca Juga :Wih Asik! Ada Film Animasi Baru Kisah Petualangan Glen di Teater Perpustakaan Palnam
# Baca Juga :“Jumbo” Tembus 1 Juta Penonton dalam 6 Hari, Resmi Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
# Baca Juga :Film Animasi Netflix KPop Demon Hunters Sapu Dua Penghargaan Golden Globe 2026
Sutradara sekaligus penulis film, Nizam Abd Razak, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan luas dari komunitas kreator animasi Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia.
“Dukungan dari sesama kreator animasi di kawasan ini seperti Jumbo, Si Juki, dan Adit Sopo Jarwo sangat berarti bagi kami. Ini menunjukkan semangat kebersamaan di dunia animasi Asia Tenggara,” ujar Nizam dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Sukses Regional, Siap Tayang Global
Kesuksesan di Asia Tenggara menjadi batu loncatan bagi Papa Zola The Movie untuk melangkah lebih jauh. Vietnam dipastikan menjadi negara berikutnya yang akan disambangi film ini. Tak berhenti di situ, penayangan juga telah direncanakan menyasar India, kawasan Timur Tengah, hingga Turki sepanjang tahun 2026.
Di Malaysia sendiri, Papa Zola The Movie mencetak sejarah dengan capaian box office luar biasa. Film ini bahkan disebut mampu mengungguli Avatar: Fire and Ash, sebuah prestasi yang memperkuat reputasinya sebagai animasi unggulan regional.
Sinopsis Papa Zola The Movie
Kisah film ini berfokus pada kehidupan Papa Zola, yang kini menjalani hidup sederhana setelah tidak lagi menjadi guru maupun pahlawan super. Demi menghidupi keluarga kecilnya bersama Mama Zila dan putri mereka Pipi Zola, Papa Zola bekerja keras dengan berbagai pekerjaan sambilan, termasuk menjadi pengantar makanan.
Di balik kehidupan sederhana tersebut, Papa Zola dan Mama Zila ternyata kehilangan ingatan tentang masa lalu mereka. Keduanya sejatinya adalah agen rahasia elite dari organisasi P.A.P.A. (Protect and Prevent Agency) yang bertugas melindungi Bumi dari ancaman luar angkasa.
Konflik memuncak ketika musuh lama kembali muncul dan Pipi Zola diculik oleh sekelompok alien jahat. Para alien berniat menggunakan Power Sphera bernama Cimubot untuk mengubah dunia nyata menjadi simulasi permainan video demi menaklukkan Bumi.










