MEMANAS! AS–IRAN DI UJUNG TANDUK, Deretan Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah Berpotensi Jadi Sasaran

TEHERAN, KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak dan memicu kekhawatiran dunia akan pecahnya konflik militer terbuka. Pernyataan keras saling balas dari Washington dan Teheran membuat situasi kawasan Timur Tengah semakin panas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa negaranya “siap, bersedia, dan mampu” menghadapi musuh bebuyutannya. Di sisi lain, Iran memperingatkan akan memberikan “respons yang menghancurkan” jika diserang.

# Baca Juga :TEGANGAN MEMANAS! Kapal Induk AS Merapat ke Timur Tengah, Trump Klaim Iran Terus Hubungi Washington

# Baca Juga :Malaysia Buka Suara! Klarifikasi Resmi soal Isu 3 Desa Indonesia Disebut Masuk Wilayah Negeri Jiran

# Baca Juga :Wali Kota Banjarmasin Kembali Terjun Lakukan Pembersihan Aliran Sungai, Diwarnai Pembongkaran Bangunan

# Baca Juga :H. Kartoyo Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa Taniran Kubah Lewat Sosialisasi Perda

Apabila konfrontasi berubah menjadi aksi militer, puluhan ribu tentara Amerika Serikat yang tersebar di berbagai pangkalan Timur Tengah berpotensi menjadi target balasan Iran. Juru bicara militer Teheran bahkan menyebut bahwa pangkalan-pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran.

Berikut sejumlah pangkalan dan konsentrasi utama pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah di bawah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), dirangkum dari AFP, Jumat (30/1/2026):

Bahrain

Kerajaan kecil di Teluk Persia ini menjadi lokasi Naval Support Activity Bahrain, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS sekaligus pusat Komando Angkatan Laut AS untuk kawasan Timur Tengah.
Pelabuhan laut dalam Bahrain mampu menampung kapal militer terbesar AS, termasuk kapal induk. Amerika Serikat telah menggunakan fasilitas ini sejak 1948. Sejumlah kapal perang, kapal pemburu ranjau, hingga kapal logistik bermarkas tetap di negara tersebut.

Irak

Amerika Serikat masih menempatkan pasukan di wilayah otonom Kurdi Irak sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIS. Namun, misi ini dijadwalkan berakhir pada September 2026 berdasarkan kesepakatan Washington–Baghdad.
Sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023, pasukan AS di Irak dan Suriah beberapa kali menjadi sasaran kelompok militan pro-Iran, sebelum situasi relatif mereda setelah serangan balasan Washington.

Kuwait

Kuwait menjadi salah satu pusat kekuatan militer AS di kawasan. Camp Arifjan berfungsi sebagai markas depan Angkatan Darat AS untuk CENTCOM sekaligus pusat logistik.
Selain itu, Pangkalan Udara Ali al-Salem menampung Sayap Ekspedisi Udara ke-386 yang menjadi tulang punggung angkutan udara militer AS. Amerika Serikat juga menempatkan drone tempur MQ-9 Reaper di negara ini.

Qatar

Pangkalan Udara Al Udeid merupakan salah satu instalasi militer paling strategis AS. Pangkalan ini menjadi lokasi komponen depan CENTCOM, termasuk komando angkatan udara dan pasukan operasi khusus.
Al Udeid juga menampung Sayap Ekspedisi Udara ke-379 dengan kemampuan pengisian bahan bakar udara, intelijen, pengawasan, pengintaian, hingga evakuasi medis. Iran pernah meluncurkan rudal ke Al Udeid pada Juni lalu sebagai respons atas serangan AS ke fasilitas nuklirnya.